Skip to main content

7 Hal Sepele Ini Sering Banget Dilakukan Orang Tua Pada B4yinya, Padahal Efeknya BisaFatal



Lahirnya buah hati ke dunia tentunya merupakan kebahagiaan yang besar buat para orangtua. apalagi perawakan bayi yang sangat lucu dan gemesin gitu, pengennya disayang- sayang, diajak main terus, dan gak mau si bayi menderita.

Nah, tapi orangtua seringkali tidak memperhatikan efek sampingnya lebih dalam. Sadar gak sadar, ada 6 hal yang selalu dianggap sepele dan sering banget dilakukan orangtua pada bayinya, padahal sebenarnya hal- hal tersebut bisa membahayakan si bayi!

Yuk, simak bersama ulasannya dibawah ini:

1. Mengunyah makanan dulu, lalu diberikan kepada anaknya untuk dimakan..

Pas baca berasa agak geli gitu sih, tapi kebiasaan ini masih kerap terjadi, lho! Mungkin maksud orangtua itu baik, mereka kunyah dulu makanannya, biar makanan menjadi lebih lembut saat diberikan kepada anak. Tapi sebenarnya hal ini benar- benar merupakan 『jalan besar』 buat penularan bakteri dan penyakit, apalagi anak kecil masih rentan gitu daya tahan tubuhnya.

Untuk solusi, kamu bisa pake sendok atau blender buat menghaluskan makanan anak, lebih praktis juga kan?

Meniup makanan waktu panas juga bisa menularkan penyakit, lho! Hati- hati, yaa…

2. Anak dicekoki jamu, katanya sih biar nafsu makan meningkat…

Siapa yang masa kecilnya pernah ngalamin hal ginian? Niatnya sekali lagi memang baik, anaknya disuruh minum jamu, biar nafsu makan bisa meningkat. Tapi bagaimana pun juga, hal ini tetap namanya ‘pemaksaan’, kalau tidak hati- hati, si anak bisa tersedak dan saluran pernafasannya terganggu, lho!

Solusinya, musti sabar… kasih anak makanan yang sewajarnya aja, jangan buru- buru paksa anak makan terlalu banyak atau terlalu cepat.

3. Membiarkan anak tidur di lantai.

Kadang habis main lari- larian, anak bisa capek trus tertidur dilantai. Karena liat anaknya tidur terlalu pulas, orangtua biasanya gak tega bangunin. Tapi mesti diperhatikan, pada dasarnya tidur di lantai emang gak sehat , selain bikin anak kedinginan, bakteri di lantai bisa memicu batuk pilek. Hal ini akan menjadi lebih buruk kalau anak memiliki riwayat bronkitis atau alergi udara.

Jadi kalo liat anak tertidur di lantai, segera pindahin aja ke kamar tidur, yaa… Si anak juga bisa tidur lebih nyenyak di permukaan yang empuk.

4. Membiarkan anak kebiasaan duduk dengan posisi W

Kebanyakan anak kecil demen banget nih duduk dengan posisi diatas, dan biasanya orangtua juga jarang complain, padahal duduk dengan posisi W gini bisa berakibat buruk bagi masa pertumbuhan anak. Kemungkinan terburuknya, si anak bisa mengalamin gangguan ortopedi atau dislokasi panggul (displasia).

Jadi, kalo liat anaknya duduk dengan posisi salah, segera ajarin buat duduk secara wajar, misalnya bersila atau kaki selonjor.

5. Membiarkan anak nangis waktu tidur

Jangan kira membiarkan anak nangis waktu tidur bisa buat dia mandiri, tindakan diemin anak waktu dia nangis itu justru bisa bikin anak mengalami aDHD (attention Deficit Hyperactivity Disorder), perilaku antisosial, dan IQ yang rendah.

Anak yang nangis itu pertanda kalo dia butuh ditenangi dan dilindungi.

6. Melempar- lempar keatas!

Namanya orangtua, pasti seneng lah ya bermain sama buah hati sampe dilempar- lempar keatas… Yah, mainan kayak gini emang bikin si anak ketawa- ketawa sih, tapi sebenarnya aksi lempar- lempar tetep sangat berbahaya! Belum lama ini, udah ada nih korbannya di Thailand, kepala anak terkena kipas angin waktu ayahnya melemparnya keatas, sampe jidatnya kegores parah! Duh, miris banget….


7. Orangtua perokok menggendong dan cium si kecil.

Tidak sedikit papa yang merokok.

Nah, masalahnya, biasanya para papa ini setelah pulang bekerja dan masih bau rokok, ketika tiba di rumah ingin segera mencium sang buah hati yang lagi lucu-lucunya.

Alhasil, udara napas yang dikeluarkan masih mengandung zat dari asap rokok.

Tak jarang mereka berkelit, “Kan merokoknya di luar dan tidak di depan anak.”

Masalahnya, meskipun tidak ada asap yang terlihat, kalau masih tercium bau rokok dari napas atau dari pakaian, sudah cukup lo membuat bayi/anak mengalami reaksi hipersensitif terhadap bau tersebut.

Buntutnya, tak jarang didapatkan kasus anak sering batuk-batuk ketika berdekatan dengan papanya yang perokok.

Yuk, segera bagikan informasi penting ini kepada para orangtua! Semoga bermanfaat!



source
Sumber https://goodmothers.raulaz.com
Halaman
1 2 3
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar