Skip to main content

Ahli Penyakit Menular As: Indonesia Harus Tetap Waspada, Kondisi Normal Tidak Dapat Dicapai Dalam 1 Bulan


TRIBUNNEWZ.XYZ - Pemerintah Federal Amerika Serikat telah menuntaskan panduan hukum membisu di rumah pada pekan ini. Sejak beberapa hari kemarin, aktivias warga sudah terlihat.

Bar dan toko camilan anggun sudah membuka kedainya. Begitu juga dengan suparsmarket, sentra kebugaran, dan beberapa industri lainnya. Bahkan, Texas, negara bab terbesar kedua yang mempunyai angka kasus sebanyak 32.000 juga telah menyudahi hukum lockdown, ibarat dikutip dari unggahan VOA.  

Beberapa lokasi masih memutuskan hukum lockdown. Meski gelombang protes bermunculan di banyak sekali negara bab lain untuk segera membuka aktivitas perekonomian, tetapi kalau melihat banyak sekali poling menunjukkan 58 hingga 81 persen warga Amerika mendukung perpanjangan perintah tinggal di rumah, setidaknya untuk ketika ini.

Berbagai model prediksi wabah virus corona yang dirilis sentra pencegahan penyakit menular AS menunjukkan total korban wabah ini sanggup mencapai 100 ribu hingga 150 ribu jiwa hingga bulan Mei.

Untuk menghindari wabah virus corona ibarat Amerika Serikat, Indonesia perlu menekankan pentingnya kesadaran diri untuk tetap tinggal di rumah, tidak bepergian dan tetap menjaga kebersihan. Terlepas dari kebijakan-kebijakan yang diambil maupun tidak diambil pemerintah sentra dan pemerintah tempat masing masing.

Kesadaran diri ini penting mengingat jutaan warga Indonesia menyatakan akan tetap pulang kampung di tengah pandemik.

Ahli penyakit menular Universitas George Washington, Dokter Laura Guay berpendapat, kondisi normal tidak sanggup dicapai dalam waktu satu bulan. Baik di Amerika Serikat maupun di Indonesia.

"Melihat kondisi banyak negara ketika ini, kemungkinan keadaan kembali membaik dalam satu bulan akan sangat sulit. Di Amerika Serikat, Paskah ialah hari raya besar yang telah lewat. Orang-orang berharap mereka sanggup mengunjungi keluarga, sanggup beribadah ke gereja, tapi kenyataannya Paskah dirayakan secara virtual," ujar Laura Guay dalam unggahan video VOA.

Hal ini kontras dengan riset Universitas Teknologi dan Desain Singapura yang menyatakan wabah corona di AS berakhir 97 persen di final bulan Mei, sementara di  Indonesia pada pertengahan Juni.

"Saya pikir, tanggal yang presisi ibarat itu sangat berbahaya. Karena  satu-satunya cara untuk mengetahui kapan kondisi akan membaik ialah ketika sudah terlihat perubahan pada kurva dan data," tegas Laura.

Namun, ketika ini ia pesimis melihat kurva masih tinggi.

"Tapi ketika ini di mana kurva dan data masih meningkat dan tidak ada cara untuk mengetahui tanggal wabah ini berakhir. Tidak ada yang sanggup memprediksi hal itu," katanya.

Satu hal yang menciptakan keadaan tidak membaik ialah penyebaran virus ini. Dan satu hal yang pasti, yang mempercepat penyebaran virus ini ialah orang-orang itu sendiri. Mereka berkumpul, tidak mengindahkan hukum social distancing, katanya. []
Halaman
1 2 3
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar