Skip to main content

Geram Kapal China Buang Jasad Abk Indonesia Ke Laut, Susi: Tenggelamkan!


TRIBUNNEWZ.XYZ -  Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meradang seusai melihat video mayat ABK Indonesia yang berada di kapal Longxong 629 China dibuang ke laut.

Melalui akun Twitter pribadinya, Susi Pudjiastuti menyesalkan kejadian tersebut. Ia teringat dengan kasus perbudakan ABK abnormal di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku pada 2015 silam.

Menurut wanita kelahiran Pangandaran tersebut, kasus serupa tidak akan terjadi kalau seluruh acara kapal ilegal dihentikan.

"Itulah kenapa llegal Unreported Unregulated Fishing harus dihentikan. Ingat kasus Benjina?," tulisnya, menyerupai dikutip pada Kamis (7/5/2020).

Sementara itu dalam cuitan selanjutnya, Susi Pudjiastuti menyampaikan Ilegal Unreported Unregulated Fishing (IUUF) merupakan tindak kejahatan yang mengambil sumber daya pangan negeri.

Maka dari itu, eksekusi yang pantas diberikan terhadap pelaku Ilegal unreported unregulated Fishing yaitu menenggelamkan kapal mereka, menyerupai slogan yang ia serukan.

"Ilegal unreported unregulated Fishing = Kejahatan yg mengambil kedaulatan sumber daya ikan kita= sumber protein = Ketahanan pangan= Tenggelamkan !!!!!!!!!!!!," imbuhnya.

Ia pun mengklaim bahwa sudah semenjak usang menyuarakan penolakan terhadap tindak kejahatan tersebut.

"Saya sudah teriak semenjak tahun 2005," kata Susi Pudjiastuti.

Ia lantas menjabarkan definisi IUUF. Menurut Susi Pudjiastuti, IUUF merupakan kejahatan lintas negara yang dilakukan ABK asing.

Mereka mencuri hasil maritim untuk dijual ke beberapa negara lainnya.

"Di situ juga ada pelanggaran:Kedaulatan wilayah & sumber daya kelautan perikanan. Duane/ Penyelundupan segala komoditi bukan janya ikan yg dicuri tapi juga satwa2 langka, Narkoba & Kejahatan Kemanusiaan/ perbudakan modern; Kejahatan yg sangat lengkap dan jahat luarbiasa," tulis Susi Pudjiastuti memungkasi.

Untuk diketahui, dalam video yang dirilis oleh jalan masuk informasi MBC pada Selasa, 5 Mei 2020, disebutkan para ABK Indonesia menerima perlakuan tak layak di atas kapal penangkap ikan tersebut.

Mereka, misalnya, mengeluh tak menerima air minum layak serta jam kerja memadai. Bahkan, dari video itu nampak seorang ABK kapal "melempar jenazah" ABK WNI yang telah meninggal dunia di tengah laut.

Saat ini, kejadian yang terjadi oleh ABK WNI yang bekerja di kapal penangkap ikan berbendera China sudah ditangani oleh Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub. []
Halaman
1 2 3
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar